Comparison of Melanin Index Before and After Using Facial Serum Based on Propolis and Stingless Bee Honey from East Kalimantan
Perbandingan Indeks Melanin Sebelum Dan Sesudah Penggunaan Serum Wajah Berbasis Propolis Dan Madu Kelulut Lebah Tanpa Sengat Asal Kalimantan Timur
DOI:
https://doi.org/10.70392/jrn.v3i1.3035Keywords:
Melanin index, Propolis, Honey, Stingless beeAbstract
Hiperpigmentasi kulit,yang dipicu oleh peningkatan produksi melanin akibat paparan faktor risiko seperti radikal bebas, menjadi isu dermatologis yang dapat berdampak negatif pada kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan indeks melanin dalam penggunaan serum wajah yang diformulasikan dari propolis dan madu kelulut lebah tanpa sengat asal Kalimantan Timur, yang diyakini memiliki potensi anti-hiperpigmentasi berkat kandungan tinggi senyawa fenolik, flavonoid, dan antioksidan alaminya. Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan desain one-group pre test-post test, melibatkan 20 orang relawan mahasiswa laki-laki Universitas Mulawarman dengan masa intervensi dan observasi selama empat belas hari. Pengukuran indeks melanin dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan mexameter® MX-18. Hasil analisis statistik menunjukkan rata-rata kadar melanin subjek meningkat dari 307,07 sebelum pemakaian menjadi 312,34 sesudah pemakaian serum. Meskipun terjadi peningkatan secara deskriptif, uji Paired Sample t-Test menyimpulkan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,273). Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan serum wajah berbasis propolis dan madu kelulut lebah tanpa sengat selama empat belas hari tidak menghasilkan perbedaan indeks melanin yang bermakna secara statistik.
References
Setiawan, P.A., Rahmawanty, D., Sari, D.I. Formulasi dan evaluasi sifat fisik sediaan serum wajah ekstrak daun singkong (Manihot esculenta) dengan variasi konsentrasi xanthan gum. Jurnal Pharmascience, 2023, 10(2), 394–404.
Nailufa, S.Y., Wahyudi, L. Pengaruh cara pemakaian produk tabir surya terhadap tingkat keparahan hiperpigmentasi pada pasien di Klinik Kecantikan di Surabaya. Malahayati Health Student Journal, 2024, 4, 1639–1648.
Mumtazah, E.F., Salsabila, S., Lestari, E.S., Rohmatin, A.K., Ismi, A.N., Rahmah, H.A., Mugiarto, D., Daryanto, I., Billah, M., Salim, O.S., Damaris, A.R., Astra, A.D., Zainudin, L.B., Ahmad, G.N.V. Pengetahuan mengenai sunscreen dan bahaya paparan sinar matahari serta perilaku mahasiswa teknik sipil terhadap penggunaan sunscreen. Jurnal Farmasi Komunitas, 2020,7(2), 63. https://doi.org/10.20473/jfk.v7i2.21807
Wardhani, P.H. Pilihan terapi hiperpigmentasi pascainflamasi pada kulit berwarna. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, 2016, 28(3), 1-8.
Runger, T. Cutaneous Photobiology. In S. Kang, M. Amagai, A. Bruckner, A. Enk, D. Margolis, A. McMichael & J. Orringer (Eds.), Fitzpatrick’s Dermatology, 2019, 1, 265–288.
Suryani, A. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pigmentasi Manusia. Cermin Dunia Kedokteran, 2020, 47(9), 682–685.
Cahya, A.P., Fitri, N. Formulasi dan uji antioksidan serum wajah berbasis minyak jintan hitam (Nigella sativa L.) menggunakan metode DPPH. Asian Journal of Innovation and Enterpreneurshi 2020, 44-53.
Arung, E.T., Syafrizal, S., Pasedan, W.F., Tandirogang, N., Sukemi, S., Allam, A.E., Amen, Y., Shimizu, K., Ishikawa, H. Prenylated flavonoids as antioxidant and melanin inhibitors from stingless bee (Wallacetrigona incisa) propolis. Natural Product Communications, 2020,15(3), 1934578X20911272.
Andriani, A., Arista, R., Mariana, P. Uji aktivitas antioksidan madu lebah kelulut (Heterotrigona Itama) asal Samarinda menggunakan metode DPPH (2,2-Dipheny-l-1-Picrylhydrazil ). Jurnal Ilmu Kefarmasian, 2025, 6(2), 110–115.
Yusuf, M., Adam, A., Fadhlullah, M., Eka, R., Manurung, R. Production of propolis and honey from Tetragonula laeviceps cultivated in Modular Tetragonula Hives. Heliyon, 2020, 6(9), e05405.
Anonim. Literature Mexameter® (December 2024). Cologne, Germany: Courage + Khazaka electronic GmbH. 2024.
Paramita, S., Toruan, V.M.L., Rahma, K., Zubaidah, M., Arung, E.T., Kusuma, I.W. Stingless bee propolis review as biocosmetics for anti-acne, anti-aging, and skin-whitening. Journal of Apicultural Science, 2024, 68(2), 79–106. https://doi.org/10.2478/JAS-2024-0012
Hoff, M. Shades of frustration: Understanding the histologic variation of, and topical treatment options for, postinflam-matory hyperpigmentation in patients with Acne vulgaris. Journal of the Dermatology Nurses’ Association, 2021, 13(2), 110-113.
Wilkes, M., Wright, C.Y., du Plessis, J.L., Reeder, A. Fitzpatrick Skin Type, Individual Typology Angle, and Melanin Index in an African Population: Steps Toward Universally Applicable Skin Photosensitivity Assessments. JAMA Derma-tology, 2015, 151(8), 902–903. https://doi.org/10.1001/jamadermatol.2015.0351
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alnavi Arif Setiawan, Swandari Paramita, Vera Madonna Lumban Toruan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




